Posted by: matahati | 26th Feb, 2008

Salah Makan apa Salah Kostum

Sore hari,lagi ngantuk-ngantuknya tiba-tiba diumumkan para pembantu akan diajak makan malam keluarga di Istana Rusa. Waah…seneng campur bingung. Lah kostumnya gak sesuai dong. Mana gak bawa baju ganti lagi. Katanya gak boleh pulang ganti baju, nanti ketinggalan rombongan Pesohor. Cuma makan malam keluarga aja, gak ada yang lain-lain jadi kostum pembantu juga ndak papa, begitu kata panitianya. Ya sudah.

Selesai maghrib, rombongan bersiap-siap menuju Istana Rusa. Waah senengnya, akhirnya bisa juga masuk ke Istana Rusa. Rombongan terdiri dari berbagai mobil dan pengawalan. Saya duduk manis di rombongan pembantu dan perangkat Pesohor. Lewat jalan Sudirman, pas jam macet-macetnya. Dan rombongan kita tambah bikin macet. Karena satu lajur dikosongkan untuk lewat Pesohor. Lihat disamping, barisan mobil macet dan menunggu pesohor lewat berderet-deret panjang. Ahh..jadi gak enak, bikin tambah macet. Perjalanan ke Istana Rusa kurang dari setengah jam.

Sampai di depan gerbang istana, malam sudah tiba, para prajurit berbaris memberi hormat dengan seragam merah putihnya. Kayak di istana luar negeri deh. Lampu-lampu istana bersinar megah, rusa-rusa berbaris di sepanjang jalan masuk. Masak rusa juga diatur seh buat nyambut pesohor. Ah, gak tau lah. Wuaah….indaaaaaaaaah banget. Muka saya terlongong-longong menyaksikan keindahan Istana Rusa di malam hari. Rombongan sampai di depan pintu istana, para penerima tamu yang catik-cantik siap menyambut.

Halah..! Apa enggak salah, katanya makan malam keluarga aja, kog penyambutannya formal begitu. Mental pembantu neeh, deg-deg an nya minta ampun. Mana bajunya dari pagi gak ganti, rambut kucel..asli salah kostum total! Pesohor beserta pengawalnya berjalan masuk, kita para pembantu mengikuti dari belakang. Pas sampai pintu bagian tengah, pesohor belok kiri, tidak langsung lurus masuk ke arena makan malam. Lah pembantu ngikut aja di belakang. sampai kemudian, salah satu pengawal menegur, ” Mbak, Bapak Pesohor mau buang air kecil dulu, jangan diikuti, Mbak-mbak sama yang lain terus aja.”

Huahahaaaa…..sambil blingsatan, kami kembali meneruskan masuk ke arena makan malam, terpisah dari Pesohor. Jreeengg…ruangan terang benderang, dan semua orang berdiri menyambut rombongan, yang isinya hanya pembantunya. Tiba-tiba ada seseorang menghampiri. Lah, itu kan Perdana Menteri Negara Tetangga. Matiiii…!!!! Bathin mengumpat-umpat panitia yang tadi bilangnya hanya makan malam keluarga. Asyeeeemmmmmmm. Sumpah, pengin lari deh dari ruangan megah nan meriah itu. Tetapi, akhirnya saya tak berdaya. Meneruskan masuk menuju meja kami, setelah sebelumnya sang PM mencium tangan sebagai penghormatan. Glek. Perjalanan menuju meja terasa panjang dan berat, mana meja kami letaknya di deretan depan dekat Pesohor. Muka saya lurus aja, gak berani melihat-lihat para tamu yang pada berdiri menyambut kami. Tuhan, ilmu menghilangkan tubuh itu ada bener gak seh? Tau gitu mendingan ngikut Pesohor ke WC deh. Ancur-ancur deh!

Duduk di meja bundar, sambil makan malam yang dilayani penuh, disamping meja ada pengawal berdiri terus. Ih, kog kita ditungguin seh? Apa tampang kita yang gak layak duduk disini mencurigakan. “Dasar bodoh ” kata temen sesama pembantu. “Ya meja kita harus dijagain wong kita kan rombongan inti Pesohor”. walah, tambah susah makan deh. Asli, selama acara diri ini tidak konsen. Gak paham sebenarnya ini acara apaan. Yang pasti, ini makan malam formal dengan para pesohor di negara tetangga.

Jadi para sedherek, saya ini beruntung apa buntung? Beruntung punya juragan yang mengangkat derajat pembantunya, apa buntung dipermalukan dihajatan dunia?

Jadi tamu negara, dengan kostum pembantu, duduk di deretan pesohor, gak tau mesti gimana? Doa saya cuma satu, acara cepat selesai. Dan pulang ke rumah telpon sanak sodara : “Horeeee…aku makan malan di Istana Rusa. Ketemu Pesohor negara tetangga, dicium tangan pula.!”

Responses

wekekekekek. jebul perdana menteri negara tetangga juga NU ya, pake acara cium tangan segala.

aku komen kok malah masuk ke sebelumnyaya. baiklah aku ulangi saja:
santai aja lagi. pasti asyik banget tuh pengalaman baru. ajakin aku kalau ke sana lagi ya

Leave a response

Your response:

Categories