Petuah Tiga
April 25th, 2008
Suatu hari dalam acara jumpa pers.
Wartawan : Boss, katanya ada ancaman pembunuhan terhadap sampeyan ya? Kira-kira siapa ya Boss?
Pesohor : ya memang ada. Ya saya ndak tau dari siapa.
Wartawan : Boss gimana menanggapinya?
Pesohor : La saya suruh gimana? Wong namanya juga cuma ancaman. Saya nggak perlu menanggapi. Kalo perentah atau tugas ya saya tanggapi.
Wartawan : Tidak ada pengamanan tambahan Boss?
Pesohor : Ndak perlu. Buat apa? saya merasa aman kog.
Wartawan : Apa Boss nggak takut terjadi apa-apa?
Pesohor : Loh kenapa saya harus takut?
Wartawan : Mungkin bukan Boss sasarannya, kalo keluarga Boss gimana?
Pesohor : Gini ya le…Saya ini sebagai Bapak sebagai suami tugas saya adalah melindungi dan menjaga anak istri saya, semampu saya. Saya berusaha supaya mereka baik-baik saja. Tapi, kalo Gusti Allah menghendaki apa pun bisa terjadi, begitu juga sebaliknya. Kalo Gusti tidak menghendaki ya tidak terjadi apa-apa. Mereka itu kan cuma titipan-Nya. Kapan pun Yang Punya mau ambil, atau Yang Punya menghendaki sesuatu ya saya ikhlas to. Jangan jadikan hal-hal yang hanya titipan itu mengganggu perjuangan kita. Wong saja juga ikhlas kog kapan pun Gusti Allah mengambil saya. Kapan pun saya siap. Gimana cara ngambilnya, itu juga Gusti Allah yang ngatur. Jadi ndak ada masalah to? Apa yang mesti ditakutkan.
Wartawan : Katanya sumber-sumber ekonomi Boss juga akan ditutup. Gimana?
Pesohor : Oalah…kog harta. Saya ini ndak pengin harta, wong saya dan keluarga sudah cukup. Harta itu ya mas, ndak ada yang milik kita, semuanya itu cuma titipan. Kalo saya dititipi tapi ndak bisa menjaganya lak malah bahaya. Lebih seneng kayak gini, saya ndak ketitipan banyak, sehingga saya juga ndak perlu repot-repot njaganya.
Pesohor : Saya ini ndak pengin apa-apa. Apalagi kog harta. Saya ini sudah dikasih yang lebih banyak daripada harta. Jadi saya ndak takut mo ditutup sumber-sumber saya. Saya malah mo nanya sumber-sumber saya ini apa saja, saya kog ndak tahu, hahaaa.
Wartawan : Jadi, ndak takut Boss
Pesohor : Ndak.
Hari ini hari Jum’at, mungkin bisa dijadikan kotbah Jum’at.
April 26th, 2008 at 9:29 am
owalah… ndoro, ndoro…
April 27th, 2008 at 3:57 pm
hi hi hi putrinya sang pesohor baru saja baca postingannya…