Sekarang berita tentang Pesohor menduduki peringkat nomer satu di per-media-an. Coba silakan lihat TV, dari bangun pagi jam 5 sampai mo tutup mata jam 7 malam, setiap jam ada tayangan berita Pesohor atau bahasa gaulnya Gosip selebritis. Hampir di semua stasiun TV ada, mungkin hanya TV yang penuh berita itu yang gak ada tayangan gosip, kalaupun ada lebih ngintelek, kemasannya dalam bentuk berita atau running teks. Dan bukan hanya di TV, tapi di berbagai bentuk media termasuk media maya, Pesohor laku dijual.

Jadi untuk para Pesohor ini berkah apa musibah? Mungkin berkah, kalo beritanya baik, bisa menaikkan rating jadi lebih terkenal dan disanjung-sanjung para pemuja. Tapi mana ada gosip baik? Ah ya ada to yaa…cuma yaitu yang laku tetep aja kalo beritanya miring-miring dan nggegirisi. Kata pakar televisi badnews is goodnews. Wee la dalah…!

Tapi jangan salah, pergaulan saya sama pembantu-pembantu Pesohor dan pemburu berita membuahkan bocoran berita (ato gosip?), kadang para pesohor itu membuat ulah (tentunya negatif biar menarik) buat menaikkan pamor supaya dilirik sama produser ato para pemujanya. Cerita tentang perseteruan ibu-anak itu ndak bener-bener terjadi, cuma rekayasa buat ngatrol anaknya. Ah moso seh…? Trus soal rebutan anak, memang terjadi perebutan anak, tapi ada bumbu-bumbunya biar nendang dan itu sepersetujuan yang berkasus. Halah!

Lain lagi kalo Pesohor yang pejabat. Salah satu teman saya pernah cerita, dalam sebuah pilkada, ada seorang calon yang sebel sama calon lain yang selalu disorot TV. Suatu hari saingannya bikin statement di media yang intinya pengin memajukan pendidikan tapi entah kenapa struktur omongannya agak multitafsir sehingga mengesankan bahwa rakyatnya dianggap bodoh. Kesempatan ini dipake sama sang calon yang sebel tadi berdasarkan penasehat kampanye-nya ya temen saya itu. Sang calon kontak ke yang punya rekaman statement tersebut supaya statement itu diedit-edit sesuai permintaan calon dan ditayangkan secara terus menerus, diulang-ulang kalo perlu sampe bosan dan di sebanyak mungkin TV . Bayar tentunya.  Dan tayang lah itu statemen salah satu calon yang bikin berang pemilihnya karena dituduh bodoh. Padahal ndak bodoh, hanya belum pinter.Akhirnya sang calon yang sebel tadi menang. Dan teman saya pun bilang : “Barang jelek kalo dikemas bagus bungkus rapi , lempar ke media, jadi deh! Selamat datang di negara dengan pemimpin kemasan.” Ampuuun…..

Atau ada trik lain. Media juga sangat bisa buat menjatuhkan lawan. Suatu kali dalam perseturuan politik, Pesohor A dan B. Pesohor A pengin mengalahkan B, tapi terlalu banyak nih pendukung B dan kesalahan B gak signifikan. Ya udah deh..urusan dapur dan sumur alias urusan pribadi diurek-urek. Belum lama saya pernah diajak ngobrol sama pekerja-pekerja berita, katanya gini : “Nanti kalo B gak mau ngalah juga, itu urusan pribadi pendukung B bakal diudal-udal di media.” Ah moso to? Saya gak yakin, wong orang-orang pinter gitu masa pake cara cemen buat menjatuhkan lawan. “bener kog liat aja, nanti digilir, semua pendukung B akan dibuka satu persatu..wis pokoknya bakal kena semua.” kata pekerja-pekerja itu. Aku enggak percaya, secara tampilan elit gitu masak pake cara kampungan, ndeso. Lagian siapa seh manusia yang gak punya aib. Coba yang ngurek-urek borok itu, liat diri sendiri berapa banyak boroknya. Apa ndak takut dibales? Begitulah jalan pikiran saya. Eh..ndelalah ! Pagi-pagi di buzz sama teman, liat di portal berita, perang sudah dimulai. Saya pun menuju portal tersebut dan benarlah adanya. Saya melongo…terbata-bata membaca. jadi nggedebusan waktu itu benar adanya too…? Dan ternyata sudah dipersiapkan, semua urusan dapur-sumur-kasur B dan pendukungnya bergulir satu per satu di media dengan suksesnya, pake ditambah-tambahin segala biar maknyuus , didukung dengan statement orang yang sok penting. Lengkaplah sudah.

Kita harus berpikir positif, ya..oke! Positifnya adalah mungkin, ini mungkin lo ya…Para Pesohor akan lebih berhati-hati dalam bertindak, bertutur dan bergaul. La kalo salah melangkah bisa-bisa jadi amunisi buat lawan-lawannya, iya to.. Tapi apa begitu ya? Nyatanya berita-berita miris itu malah makin banyak je..bukannya berkurang. Atau memang begitu adanya saling buka-buka aib, dan saking seringnya aib diumbar kemudian menjadi biasa saja bahkan bisa tertawa melihat tayangan aib sendiri. Duh!

Untuk para Pesohor di negeri ini, mbok ya oooo…mari kita galakkan persaingan yang indah, ndak nggilani macam begitu. Jangan pindah-pindahin ring tinju kalian. Masa ring-nya di senayan kog pindah di kasur?

2 Responses to “Pesohor-Pesohor Negeri Kita..”

  1. kw Says:

    wah seru sekali ternyata cerita di balik layar…
    yuk bikin live shownya…:)

    === wah ndak indah lagi mas kalo ada live show-nya

  2. bangsari Says:

    kabeh kabeh dianggap showbiz. sembako, susu, minyak sampai dengan tuhan, kabeh dijual dengan baik.

    media, oh media…

Leave a Reply