Hari ini hari pertama puasa. Ijinkan saya selaku babu memohon maaf atas semua salah dan khilaf kepada seluruh khalayak, baik Pesohor maupun bukan. Mohon maaf khusus saya tujukan kepada Pesohor-Pesohor negeri ini yang merasa tulisan ini menyinggung dirinya. Tidak ada maksud apa-apa, ini hanyalah khayalan semata. Sebagai manusia, wajar jika kita saling bersinggungan karena begitu penuh sesaknya bumi kita. Dengan segala kerendahan hati mohon keikhlasannya untuk memaafkan
Selanjutnya, mumpung bulan puasa, bulan penuh berkah saya berharap kepada seluruh Pesohor di negei ini :
bulan puasa hanya sebulan, jadi berhentilah belanja makanan seakan tidak ada lagi makanan selama setahun
bulan puasa penuh berkah, jadi berlomba-lombalah untuk sedekah, bukan karena masuk TV atau meraih simpati
bulan puasa adalah bulan suci, stop manipulasi
bulan puasa bukan sekedar berganti gaya dan suasana
bulan puasa adalah bulan menahan diri, istirahatlah sejenak untuk saling membenci dan mencaci yang dikemas dalam dialog TV
mari keluarkan zakat yang menjadi kewajiban anda, karena yang berhak sudah menanti. Apalagi cuaca ekonomi sedang tidak manusiawi. Jadikan kesederhanaan sebagai perilaku bukan slogan, sederhana dalam perbuatan dan ucapan. Hidup bersahaja sejenak setelah 11 bulan dalam kemewahaan tidak mengurangi kesenangan.
Semoga para Pesohor negeri mendapatkan makna yang sesungguhnya di bulan suci, dan tidak berhenti di bulan ini, tetapi akan dilanjutkan di bulan-bulan berikutnya sehingga hidup lebih berarti. Kita tidak pernah tahu berapa lama jatah kita di bumi, tetapi kita tahu pasti semua akan kembali. Wahai Pesohor, di sana lah sesungguhnya pertanggungjawaban anda dinanti.
Selamat berpuasa!
Categories: