Tidur Bersama Pesohor (Hush…!)

February 14th, 2008

Hush!

Jangan ngeres dulu. Kejadian ini sudah lama sekali. Puasa tahun 2002 atau 2003. Wah lupa. Saya dapat tugas melayani Ibu Suri -Istri Sang Pesohor- melakukan perjalanan ke Surabaya memjumpai penggemar. Sebelum acara jumpa penggemar yang dilakukan dini hari, sorenya kami ada acara buka bersama. Ternyata pas acara buka bersama Sang Pesohor bersama putrinya nyusul ke Surabaya (Ket : sangat biasa tidak ada koordinasi antar keluarga, tau-tau nongol). Buka bersamanya dilakukan di Hotel Sangrilla bersama pesohor-pesohor kecil di Surabaya atau yang sok sohor.

Acara berakhir pada pukul 9 malam. Saatnya saya mengantar Ibu Suri ke kamar. Yang sudah tentu kamarnya Sang Pesohor juga. Setelah selesai beres-beres, Ibu Suri beranjat istirahat. Dan Sang Pesohor pun menyusul ke kamar. Seharusnya Putri Bungsu pesohor menemani di kamar, tetapi mendadak si Putri dijemput teman-temannya dan mereka pun pergi sampai kapan ndak tau. Ajudan Sang Pesohor - pria- merasa sungkan kalau mau masuk-masuk kamar bantuin Sang Pesohor karena ada Ibu Suri. Jadi, terpaksalah saya yang masuk-masuk kamar. Sampai kemudian Ibu Suri mendaulat, “wis kene, kowe turu kene. Bareng aku mbek Bapak.” Duaaarrrr…!!!! Read the rest of this entry »

Naik Pesawat

February 12th, 2008

Liburan imlek, mendadak dapat order kerjaan keluar kota. Pagi-pagi ke bandara, karena take off pesawat jam 8 pagi. Pesawat take off tepat waktu, dan perjalanan di udara lancar. Aku ketiduran, dan bangun ketika ada pengumuman persiapan pendaratan. Aku pun siap-siap. Tapi tunggu punya tunggu, pesawat tidak jadi mendarat di Semarang dan kembali ke Cengkareng, karena cuaca buruk. Duh, Gusti, sepanjang perjalanan balik ke Cengkareng hati ini gak karuan. Aku ketakutan, perjalanan 40 menit terasa sangat menyiksa, terasa berjam-jam lamanya. Rasa was-was dan pikiran aneh-aneh bergelimpangan di kepala. Susah sekali menenangkan diri. Aku takut terbang.

Aku jadi ingat, ketika masih jadi pembantu Sang Pesohor. Naik pesawat sudah seperti menu harian. Hampir tiap hari, aku mengikuti Sang Pesohor keliling daerah. Banyak penerbangan sudah kami lakukan, tidak pernah ada satu kali pun kejadian yang tidakmengenakkan. Mungkin benar kata orang, Sang Pesohor banyak malaikat pelindungnya. Paling banter masalah penerbangan adalah delay, itu pun tidak pernah lama. Kadang delay menjadi hal yang menyenangkan, karena aku bisa punya waktu istirahat di bandara. Di bandara tertentu kami sering dijamu dengan makanan khas daerah tersebut yang dijamin eunaak. Aku pun tidak penah punya kekuatiran atau takut untuk terbang. Semua aku jalani seperti berangkat ke kantor setiap hari. Bandara menjadi rumah kedua. Read the rest of this entry »