Ramadhan di hari Pertama
September 1st, 2008
Hari ini hari pertama puasa. Ijinkan saya selaku babu memohon maaf atas semua salah dan khilaf kepada seluruh khalayak, baik Pesohor maupun bukan. Mohon maaf khusus saya tujukan kepada Pesohor-Pesohor negeri ini yang merasa tulisan ini menyinggung dirinya. Tidak ada maksud apa-apa, ini hanyalah khayalan semata. Sebagai manusia, wajar jika kita saling bersinggungan karena begitu penuh sesaknya bumi kita. Dengan segala kerendahan hati mohon keikhlasannya untuk memaafkan
Selanjutnya, mumpung bulan puasa, bulan penuh berkah saya berharap kepada seluruh Pesohor di negei ini :
bulan puasa hanya sebulan, jadi berhentilah belanja makanan seakan tidak ada lagi makanan selama setahun
bulan puasa penuh berkah, jadi berlomba-lombalah untuk sedekah, bukan karena masuk TV atau meraih simpati
bulan puasa adalah bulan suci, stop manipulasi
bulan puasa bukan sekedar berganti gaya dan suasana
bulan puasa adalah bulan menahan diri, istirahatlah sejenak untuk saling membenci dan mencaci yang dikemas dalam dialog TV
mari keluarkan zakat yang menjadi kewajiban anda, karena yang berhak sudah menanti. Apalagi cuaca ekonomi sedang tidak manusiawi. Jadikan kesederhanaan sebagai perilaku bukan slogan, sederhana dalam perbuatan dan ucapan. Hidup bersahaja sejenak setelah 11 bulan dalam kemewahaan tidak mengurangi kesenangan.
Semoga para Pesohor negeri mendapatkan makna yang sesungguhnya di bulan suci, dan tidak berhenti di bulan ini, tetapi akan dilanjutkan di bulan-bulan berikutnya sehingga hidup lebih berarti. Kita tidak pernah tahu berapa lama jatah kita di bumi, tetapi kita tahu pasti semua akan kembali. Wahai Pesohor, di sana lah sesungguhnya pertanggungjawaban anda dinanti.
Selamat berpuasa!
Pilihan yang menghancurkan
August 7th, 2008
Sebuah email masuk hari ini :
“……………..saya menuliskan ini dengan hati yang remuk redam. Sudah lama saya memikirkannya. Tapi saya harus segera melakukan tindakan. Saya harus bertarung antara rasa sayang dan perjuangan. Mulai hari ini saya putuskan, kamu harus memilih. Tidak boleh tidak memilih atau minta pilihan lain.
Tahu kah kamu, saya menuliskan ini dengan hati yang hancur……..”
Saya tidak kuasa membaca terus email tersebut. Karena saya sudah tahu akan kemana akhir dari email itu. Sebuah pilihan yang telah ditetapkan. Pilihan yang menghancurkan. Menghancurkan semua.
Pesohor, walaupun saya cuma babu, saya ikut merasakan keremukredam-an hati Pesohor.
Tetapi kalau saya boleh bicara, yang harus memilih pun hancur lebur, Pesohor.
Saya harus memilih yang mana? Si penerima melontarkan tanya yang tidak perlu saya jawab. Saya tahu kesedihanmu Ndoro..
Pertempuran tidak ber-Tuan
August 7th, 2008
Ketika perseturuan Pesohor-Pesohor semakin gencar, semua unjuk gigi unjuk kekuasaan. Semua merasa paling benar dan paling konstitusional. Berbagai ring dijajagi, kalau perlu bikin ring baru dilakoni. Yang penting masuk TV, yang penting masuk koran. Semua amunisi dipergunakan, kalau perlu ngutang.
Saya di dzalimi! Saya di dzalimi! Semua merasa didzalimi. Lalu siapa yang mendzalimi? Semakin buram dan samar tidak jelas mana lawan mana kawan, karena mereka semua satu peturasan. Lelah badan tidak terpikirkan, lelah jiwa entahlah nanti bagaimana. Yang penting pertempuran harus dimenangkan. Nasib konstituen tidaklah terbayang, karena terlalu samar dikejauhan.
Pertempuran sampai titik darah penghabisan! Sampai …mereka kelelahan dan tidak kuat berjalan.
Jadi siapa yang menang?
*Yang duduk di pinggir menonton sambil tepuk tangan tak lupa menebar saweran.*
Di kejauhan awan menggumpal, menutup semua padangan. Saya pun hanya diam, tak kuasa untuk meneruskan postingan.
Syur-Syur an Pesohor
June 2nd, 2008
Ah beredar lagi gambar syur-syur an Pesohor. Seperti janjinya teman-teman saya di media. Bongkar-bongkaran aib akan terus dijalankan sampai menjelang pemilu. Cara wagu tapi manjur. Yang dipikirkan hanyalah urusan politik -kekuasaan. Tidak ada pertimbangan etika dan kepantasan. Apalagi buat keluarga Pesohor yang jadi korban, gimana perasaan anak dan istrinya ndak dipikirkan. Yang penting, ini perang Bung! Selalu ada korban, baik korban yg berdosa maupun tidak berdosa.
Banyak Pesohor yang dagdigdug -tapi bukan blog- kalau-kalau gambar adegan syur-nya jadi obralan di media. Beberapa Pesohor dagdigdug mencoba mengingat-ingat apakah ketidaksenonohannya pernah direkam atau jangan-jangan ada yang mendokumentasikan diam-diam. Dan arsip pun di korek-korek, para Pesohor mencoba mengontak “teman-teman tidurnya” yang beberapa sudah lupa namanya, apalagi nomer HP nya. Read the rest of this entry »
Pesohor-Pesohor Negeri Kita..
May 7th, 2008
Sekarang berita tentang Pesohor menduduki peringkat nomer satu di per-media-an. Coba silakan lihat TV, dari bangun pagi jam 5 sampai mo tutup mata jam 7 malam, setiap jam ada tayangan berita Pesohor atau bahasa gaulnya Gosip selebritis. Hampir di semua stasiun TV ada, mungkin hanya TV yang penuh berita itu yang gak ada tayangan gosip, kalaupun ada lebih ngintelek, kemasannya dalam bentuk berita atau running teks. Dan bukan hanya di TV, tapi di berbagai bentuk media termasuk media maya, Pesohor laku dijual.
Jadi untuk para Pesohor ini berkah apa musibah? Mungkin berkah, kalo beritanya baik, bisa menaikkan rating jadi lebih terkenal dan disanjung-sanjung para pemuja. Tapi mana ada gosip baik? Ah ya ada to yaa…cuma yaitu yang laku tetep aja kalo beritanya miring-miring dan nggegirisi. Kata pakar televisi badnews is goodnews. Wee la dalah…! Read the rest of this entry »
Media dan Pesohor
April 21st, 2008
Suka baca koran, atau portal berita atau berita TV? Saya sudah bosan, dan cenderung malas. Bukan karena beritanya yang selalu nggegirisi, bukan! Juga bukan karena isi beritanya yang hampir sama disemua media. Karena, kalo melihat berita atau baca berita berasa kerja, hahaa…Secara dulu salah satu pekerjaan saya memelototi berita-berita di mana pun, kapan pun dan bikin laporan rutin. Sekarang saya lebih asyik nonton gosip, yang katanya tayangan tidak bermutu dan tidak mendidik itu. Tetapi kata temen saya,tayangan gosip sekarang juga termasuk berita yang harus dimonitor,karena banyak tokoh-tokoh politik dan pemerintah menggunakan tayangan itu buat menaikan rating diri, atau menjatuhkan lawan. Waduuh..!!! Bahkan, kata sebuah sumber, tayangan gosip impact-nya lebih nendang daripada berita-berita, press release, dsb. Asyik doong…Tayangan gosip naik pangkat neeh!
Pernah enggak, anda di situasi begini : anda tahu persis sebuah kejadian tentang salah satu Pesohor, dan kejadian itu di muat di media dengan berita sebaliknya. Dan ditayangkan secara sungguh-sungguh seakan benar adanya? Apa rasanya? Jengkel, mangkel, pengin bikin press conference? Hahahaa…Secara kita saksi hidup gitu looh! Read the rest of this entry »
Sebenarnya….
February 27th, 2008
Mulai deh ditanya-tanya.
Ini bikin saya takut nulis-nulis di blog. Kalau nulis pengalaman sesungguhnya, takut ada salah- salah tulis yang mengakibatkan masuk pasal pecemaran nama baik, atau jadi keributan blog seperti yang lagi rame itu. Huu..serem. Atau, kalau mau ngarang, ada yang gak percaya “masa seh ngarang. Beneran ya? Kerja ma siapa seh? Perdana Menterinya siapa siiih?” . Walah!
Trus gimana doong..?
Saya tau ini blog pribadi yang menjadi ranah publik. Dan saya harus hati-hati, supaya tidak ada hati yang terciderai. Masalah ini ngarang apa pengalaman pribadi, saya serahkan ke Majelis blogger saja.
Kadang ngarang, kadang bener tapi ditambah-tambahi. Jadinya tetep ngarang dong..?
Jangan jadi perkara, ini ngarang atau bukan. Saya berharap “tulisan belajar -saya” bisa menghibur, syukur-syukur ada manfaatnya.
Salam
Salah Makan apa Salah Kostum
February 26th, 2008
Sore hari,lagi ngantuk-ngantuknya tiba-tiba diumumkan para pembantu akan diajak makan malam keluarga di Istana Rusa. Waah…seneng campur bingung. Lah kostumnya gak sesuai dong. Mana gak bawa baju ganti lagi. Katanya gak boleh pulang ganti baju, nanti ketinggalan rombongan Pesohor. Cuma makan malam keluarga aja, gak ada yang lain-lain jadi kostum pembantu juga ndak papa, begitu kata panitianya. Ya sudah.
Selesai maghrib, rombongan bersiap-siap menuju Istana Rusa. Waah senengnya, akhirnya bisa juga masuk ke Istana Rusa. Rombongan terdiri dari berbagai mobil dan pengawalan. Saya duduk manis di rombongan pembantu dan perangkat Pesohor. Lewat jalan Sudirman, pas jam macet-macetnya. Dan rombongan kita tambah bikin macet. Karena satu lajur dikosongkan untuk lewat Pesohor. Lihat disamping, barisan mobil macet dan menunggu pesohor lewat berderet-deret panjang. Ahh..jadi gak enak, bikin tambah macet. Perjalanan ke Istana Rusa kurang dari setengah jam.
Sampai di depan gerbang istana, malam sudah tiba, para prajurit berbaris memberi hormat dengan seragam merah putihnya. Kayak di istana luar negeri deh. Lampu-lampu istana bersinar megah, rusa-rusa berbaris di sepanjang jalan masuk. Masak rusa juga diatur seh buat nyambut pesohor. Ah, gak tau lah. Wuaah….indaaaaaaaaah banget. Read the rest of this entry »
Di sini, di Halaman Belakang
February 5th, 2008
Mari mampir dan ngobrol dulu di halaman saya, halaman belakang.
Tempat menggali inspirasi dan berbagi. Apa saja yang bisa dibagi, sehubungan dengan pekerjaan saya, sebagai pembantu orang T O P. Banyak yang saya dengar, saya rasakan dan saya alami, yang bisa kita jadikan bahan obrolan di halaman belakang rumah saya. Siapa tahu, kita bisa mendapatkan pelajaran. Mari berbagi cerita di sini.