<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>halaman belakang</title>
	<link>http://matahati.dagdigdug.com</link>
	<description>di halaman belakang saya suka menghayal......</description>
	<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 05:44:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Ramadhan di hari Pertama</title>
		<link>http://matahati.dagdigdug.com/2008/09/01/ramadhan-di-hari-pertama/</link>
		<comments>http://matahati.dagdigdug.com/2008/09/01/ramadhan-di-hari-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 22:11:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matahati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[umum]]></category>

		<category><![CDATA[maaf]]></category>

		<category><![CDATA[Pesohor]]></category>

		<category><![CDATA[Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matahati.dagdigdug.com/2008/09/01/ramadhan-di-hari-pertama/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini hari pertama puasa. Ijinkan saya selaku babu memohon maaf atas semua salah dan khilaf kepada seluruh khalayak, baik Pesohor maupun bukan. Mohon maaf khusus saya tujukan kepada Pesohor-Pesohor negeri ini yang merasa tulisan ini  menyinggung dirinya. Tidak ada maksud apa-apa,  ini hanyalah khayalan semata.  Sebagai manusia, wajar jika kita saling bersinggungan karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini hari pertama puasa. Ijinkan saya selaku babu memohon maaf atas semua salah dan khilaf kepada seluruh khalayak, baik Pesohor maupun bukan. Mohon maaf khusus saya tujukan kepada Pesohor-Pesohor negeri ini yang merasa tulisan ini  menyinggung dirinya. Tidak ada maksud apa-apa,  ini hanyalah khayalan semata.  Sebagai manusia, wajar jika kita saling bersinggungan karena begitu penuh sesaknya bumi kita. Dengan segala kerendahan hati mohon keikhlasannya untuk memaafkan</p>
<p>Selanjutnya, mumpung bulan puasa, bulan penuh berkah saya berharap kepada seluruh Pesohor di negei ini :</p>
<p>bulan puasa hanya sebulan, jadi berhentilah belanja makanan seakan tidak ada lagi makanan selama setahun</p>
<p>bulan puasa penuh berkah, jadi berlomba-lombalah untuk sedekah, bukan karena masuk TV atau meraih simpati</p>
<p>bulan puasa adalah bulan suci, stop manipulasi</p>
<p>bulan puasa bukan sekedar berganti gaya dan suasana</p>
<p>bulan puasa adalah bulan menahan diri, istirahatlah sejenak untuk saling membenci dan mencaci yang dikemas dalam dialog TV</p>
<p>mari keluarkan zakat yang menjadi kewajiban anda, karena yang berhak sudah menanti. Apalagi cuaca ekonomi sedang tidak manusiawi.  Jadikan kesederhanaan sebagai perilaku bukan slogan, sederhana dalam perbuatan dan ucapan. Hidup bersahaja sejenak setelah 11 bulan dalam kemewahaan tidak mengurangi kesenangan.</p>
<p>Semoga para Pesohor negeri mendapatkan makna yang sesungguhnya di bulan suci, dan tidak berhenti di bulan ini, tetapi akan dilanjutkan di bulan-bulan berikutnya sehingga hidup lebih berarti. Kita tidak pernah tahu berapa lama jatah kita di bumi, tetapi kita tahu pasti semua akan kembali. Wahai Pesohor, di sana lah sesungguhnya pertanggungjawaban anda dinanti.</p>
<p>Selamat berpuasa!</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://matahati.dagdigdug.com/?p=27&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_27" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matahati.dagdigdug.com/2008/09/01/ramadhan-di-hari-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pilihan yang menghancurkan</title>
		<link>http://matahati.dagdigdug.com/2008/08/07/pilihan-yang-menghancurkan/</link>
		<comments>http://matahati.dagdigdug.com/2008/08/07/pilihan-yang-menghancurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 10:41:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matahati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matahati.dagdigdug.com/2008/08/07/pilihan-yang-menghancurkan/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah email masuk hari ini :
&#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..saya menuliskan ini dengan hati yang remuk redam. Sudah lama saya memikirkannya. Tapi saya harus segera melakukan tindakan. Saya harus bertarung antara rasa sayang dan perjuangan. Mulai hari ini saya putuskan, kamu harus memilih. Tidak boleh tidak memilih atau minta pilihan lain.
Tahu kah kamu, saya menuliskan ini dengan hati yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah email masuk hari ini :<br />
&#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..saya menuliskan ini dengan hati yang remuk redam. Sudah lama saya memikirkannya. Tapi saya harus segera melakukan tindakan. Saya harus bertarung antara rasa sayang dan perjuangan. Mulai hari ini saya putuskan, kamu harus memilih. Tidak boleh tidak memilih atau minta pilihan lain.</p>
<p>Tahu kah kamu, saya menuliskan ini dengan hati yang hancur&#8230;&#8230;..&#8221;</p>
<p>Saya tidak kuasa membaca terus email tersebut. Karena saya sudah tahu akan kemana akhir dari email itu. Sebuah pilihan yang telah ditetapkan. Pilihan yang menghancurkan. Menghancurkan semua. </p>
<p>Pesohor, walaupun saya cuma babu, saya ikut merasakan keremukredam-an hati Pesohor.<br />
 Tetapi kalau saya boleh bicara, yang harus memilih pun hancur lebur, Pesohor.<br />
Saya harus memilih yang mana? Si penerima melontarkan tanya yang tidak perlu saya jawab. Saya tahu kesedihanmu Ndoro..</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://matahati.dagdigdug.com/?p=25&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_25" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matahati.dagdigdug.com/2008/08/07/pilihan-yang-menghancurkan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pertempuran tidak ber-Tuan</title>
		<link>http://matahati.dagdigdug.com/2008/08/07/pertempuran-tidak-ber-tuan/</link>
		<comments>http://matahati.dagdigdug.com/2008/08/07/pertempuran-tidak-ber-tuan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 10:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matahati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matahati.dagdigdug.com/2008/08/07/pertempuran-tidak-ber-tuan/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika perseturuan Pesohor-Pesohor semakin gencar, semua unjuk gigi unjuk kekuasaan. Semua merasa paling benar dan paling konstitusional. Berbagai ring dijajagi, kalau perlu bikin ring baru dilakoni. Yang penting masuk TV, yang penting masuk koran. Semua amunisi dipergunakan, kalau perlu ngutang. 
Saya di dzalimi! Saya di dzalimi! Semua merasa didzalimi. Lalu siapa yang mendzalimi? Semakin buram [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika perseturuan Pesohor-Pesohor semakin gencar, semua unjuk gigi unjuk kekuasaan. Semua merasa paling benar dan paling konstitusional. Berbagai ring dijajagi, kalau perlu bikin ring baru dilakoni. Yang penting masuk TV, yang penting masuk koran. Semua amunisi dipergunakan, kalau perlu ngutang. </p>
<p>Saya di dzalimi! Saya di dzalimi! Semua merasa didzalimi. Lalu siapa yang mendzalimi? Semakin buram dan samar tidak jelas mana lawan mana kawan, karena mereka semua satu peturasan. Lelah badan tidak terpikirkan, lelah jiwa entahlah nanti bagaimana. Yang penting pertempuran harus dimenangkan. Nasib konstituen tidaklah terbayang, karena terlalu samar dikejauhan. </p>
<p>Pertempuran sampai titik darah penghabisan!  Sampai &#8230;mereka kelelahan dan tidak kuat berjalan.</p>
<p>Jadi siapa yang menang?<br />
*Yang duduk di pinggir menonton sambil tepuk tangan tak lupa menebar saweran.*</p>
<p>Di kejauhan awan menggumpal, menutup semua padangan. Saya pun hanya diam, tak kuasa untuk meneruskan postingan. </p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://matahati.dagdigdug.com/?p=24&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_24" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matahati.dagdigdug.com/2008/08/07/pertempuran-tidak-ber-tuan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Telepon - 2</title>
		<link>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/14/telepon-2/</link>
		<comments>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/14/telepon-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 09:14:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matahati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pesohor itu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/14/telepon-2/</guid>
		<description><![CDATA[Pesohor : tolong sambungin ke Gorbachev
Babu : Baik Pak.
Dan Babu hiruk pikuk mencari nomer Gorbachev. Bongkar-bongkar semua data nomer telepon Pesohor-pesohor. Banyak banget nomer Gorbachev. Babu bingung yang mana yaa..???
Pesohor : Ini nomernya. +789712458960876321011
Babu langusng memencet dengan gerakan samber geledek, karena Pesohor menyebut dengan cepet. Bener apa enggak ya..?
Babu : Helo&#8230;Bla&#8230;.Bla.. Bapak ini sudah tersambung
Pesohor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pesohor : tolong sambungin ke Gorbachev</p>
<p>Babu : Baik Pak.</p>
<p>Dan Babu hiruk pikuk mencari nomer Gorbachev. Bongkar-bongkar semua data nomer telepon Pesohor-pesohor. Banyak banget nomer Gorbachev. Babu bingung yang mana yaa..???</p>
<p>Pesohor : Ini nomernya. +789712458960876321011</p>
<p>Babu langusng memencet dengan gerakan samber geledek, karena Pesohor menyebut dengan cepet. Bener apa enggak ya..?</p>
<p>Babu : Helo&#8230;Bla&#8230;.Bla.. Bapak ini sudah tersambung</p>
<p>Pesohor : Hello&#8230;.bla..bla&#8230;</p>
<p>Loh ternyata bener nomernya. Pesohor masih hapal. Selesai nelpon babu penasaran bertanya</p>
<p>Babu : Bapak hapal nomer telepon siapa aja..?</p>
<p>Pesohor : Udah enggak banyak. Sekarang cuma hapal ratusan  nomer saja.</p>
<p>Babu : Ha..???? Memang dulunya hapal berapa Pak?</p>
<p>Pesohor : yaaa..ribuan.</p>
<p>Konon kabarnya sampai sepuluh ribu nomer telepon. Wuaaahhh&#8230;!</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://matahati.dagdigdug.com/?p=23&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_23" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/14/telepon-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Telepon-1</title>
		<link>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/14/telepon-1/</link>
		<comments>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/14/telepon-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 09:02:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matahati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pesohor itu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/14/telepon-1/</guid>
		<description><![CDATA[Kring&#8230;kring&#8230;.kring
&#8220;Halo..halo&#8230;&#8221; Babu satu mengangkat telepon. Aduh ngomong apa ini? Gak jelas&#8230;Oh, pake bahasa Inggris. Mbak, mbak ini yang nelpon pake bahasa Inggris! Diambil alih sama Babu senior.
&#8220;Helo&#8230;..&#8221; bla..bla&#8230;
What? Who? Muka babu senior mbingungi. Babu senior : Telepon buat Pesohor. Segera sambungkan. Dari siapa? tanya pengawal. &#8220;Gorbachev&#8221; kata babu senior. &#8220;Ha? Bohong banget seh..masak Gorbachev nelpon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kring&#8230;kring&#8230;.kring</p>
<p>&#8220;Halo..halo&#8230;&#8221; Babu satu mengangkat telepon. Aduh ngomong apa ini? Gak jelas&#8230;Oh, pake bahasa Inggris. Mbak, mbak ini yang nelpon pake bahasa Inggris! Diambil alih sama Babu senior.</p>
<p>&#8220;Helo&#8230;..&#8221; bla..bla&#8230;</p>
<p>What? Who? Muka babu senior mbingungi. Babu senior : Telepon buat Pesohor. Segera sambungkan. Dari siapa? tanya pengawal. &#8220;Gorbachev&#8221; kata babu senior. &#8220;Ha? Bohong banget seh..masak Gorbachev nelpon sendiri. &#8221; tanya pengawal gak percaya. &#8220;Dah lah sambungin ajah!&#8221;</p>
<p>Dan pengawal terbirit-birit menyerahkan handset telepon ke Pesohor yang sedang jalan pagi. Tampak Pesohor berbicara di telepon sambil jalan pagi. Selesai bicara, Pesohor mengangsurkan handset telepon, &#8220;dari Michael Gorbachev, mau ngundang saya. Tadi dia nelpon sendiri&#8221;</p>
<p>Jadi bener????</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://matahati.dagdigdug.com/?p=22&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_22" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/14/telepon-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Di Lapangan</title>
		<link>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/08/di-lapangan/</link>
		<comments>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/08/di-lapangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 08:44:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matahati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pesohor itu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/08/di-lapangan/</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu panas terik luar biasa. Di tengah lapangan ada panggung dan tenda besar di pasang, tetapi tidak bisa menahan panas barang sedikit pun. Dan orang-orang sudah penuh bergerombol di lapangan, ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak. Tukang jualan pun tak lupa menggelar dagangannya di sekitar lapangan. Mereka semua tetap setia menunggu, tak peduli panasnya yang gak ketulungan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari itu panas terik luar biasa. Di tengah lapangan ada panggung dan tenda besar di pasang, tetapi tidak bisa menahan panas barang sedikit pun. Dan orang-orang sudah penuh bergerombol di lapangan, ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak. Tukang jualan pun tak lupa menggelar dagangannya di sekitar lapangan. Mereka semua tetap setia menunggu, tak peduli panasnya yang gak ketulungan. Sebagian tetap berdiri, yang lain duduk-duduk di rumput tapi tidak ada yang bergerak meninggalkan lapangan.</p>
<p>Yang ditunggu pun tiba. Terlambat dari jadwal, dan masyarakat sudah padat di lapangan yang panas tak terhingga. Begitu turun dari mobil, semua orang bergerak ke satu arah, pintu mobil. Pesohor turun dan semua berebut untuk bisa salaman atau sekedar menyentuh anggota badannya. Pasukan Pengaman berjaga-jaga dengan ketatnya. Saking ketatnya, kami rombongan Pesohor susah untuk bergerak. Terinjak sepatu lars sudah biasa. Jangan tanya jempol rasanya kayak apa. Dan Pesohor berjalan ke atas panggung dengan tersendat-sendat. Kedorong, keinjak,kepukul menjadi tugas kami para pembantu demi membelah lautan manusia yang semua punya keinginan yang sama, salaman.</p>
<p> <a href="http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/08/di-lapangan/#more-21" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://matahati.dagdigdug.com/?p=21&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_21" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/08/di-lapangan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Syur-Syur an Pesohor</title>
		<link>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/02/syur-syur-an-pesohor/</link>
		<comments>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/02/syur-syur-an-pesohor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 06:38:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matahati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/02/syur-syur-an-pesohor/</guid>
		<description><![CDATA[Ah beredar lagi gambar syur-syur an Pesohor. Seperti janjinya teman-teman saya di media. Bongkar-bongkaran aib akan terus dijalankan sampai menjelang pemilu. Cara wagu tapi manjur. Yang dipikirkan hanyalah urusan politik -kekuasaan. Tidak ada pertimbangan etika dan kepantasan. Apalagi buat keluarga Pesohor yang jadi korban, gimana perasaan anak dan istrinya  ndak dipikirkan. Yang penting, ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ah beredar lagi gambar syur-syur an Pesohor. Seperti janjinya teman-teman saya di media. Bongkar-bongkaran aib akan terus dijalankan sampai menjelang pemilu. Cara wagu tapi manjur. Yang dipikirkan hanyalah urusan politik -kekuasaan. Tidak ada pertimbangan etika dan kepantasan. Apalagi buat keluarga Pesohor yang jadi korban, gimana perasaan anak dan istrinya  ndak dipikirkan. Yang penting, ini perang Bung! Selalu ada korban, baik korban yg berdosa maupun tidak berdosa.</p>
<p>Banyak Pesohor yang dagdigdug -tapi bukan blog- kalau-kalau gambar adegan syur-nya jadi obralan di media. Beberapa Pesohor  dagdigdug mencoba mengingat-ingat apakah ketidaksenonohannya pernah direkam atau jangan-jangan  ada yang mendokumentasikan diam-diam. Dan arsip pun di korek-korek, para Pesohor mencoba mengontak &#8220;teman-teman tidurnya&#8221; yang beberapa sudah lupa namanya, apalagi nomer HP nya. <a href="http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/02/syur-syur-an-pesohor/#more-19" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://matahati.dagdigdug.com/?p=19&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_19" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/02/syur-syur-an-pesohor/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Dangkal tapi Dasar - catatan untuk Pesohor yang mau cerai</title>
		<link>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/01/pesohor-tv-tidak-dangkal-tapi-dasar/</link>
		<comments>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/01/pesohor-tv-tidak-dangkal-tapi-dasar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 14:39:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matahati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pesohor TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/01/pesohor-tv-tidak-dangkal-tapi-dasar/</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari di TV lagi dipenuhi oleh berita salah satu Pesohor yang akan bercerai. Kenapa heboh? Karena selama ini Sang Pesohor itu menjadi rujukan sebagai pasangan yang  harmonis walaupun beda agama. Rujukan sebagai artis yang tabah mendampingi suami dibui disaat artis yang lain minta cerai. Kenapa saya menulis sang Pesohor tersebut? Bukan karena hal yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari-hari di TV lagi dipenuhi oleh berita salah satu Pesohor yang akan bercerai. Kenapa heboh? Karena selama ini Sang Pesohor itu menjadi rujukan sebagai pasangan yang  harmonis walaupun beda agama. Rujukan sebagai artis yang tabah mendampingi suami dibui disaat artis yang lain minta cerai. Kenapa saya menulis sang Pesohor tersebut? Bukan karena hal yang kontroversi tersebut, tetapi karena ada hal yang saya rasakan sangat mengganggu dari pernyataan sang Pesohor yaitu : <em>Sangat dangkal apabila masalah ekonomi dan agama sebagai alasan perceraian saya.</em></p>
<p>Iya sangat terganggu dan kepikiran terus sehingga saya merasa perlu menuangkan di blog <strike>tidak</strike> kesohor ini. Apa yang dianggap dangkal itu, justru menurut saya itulah masalah paling krusial dalam relasi rumah tangga, yaitu : agama dan ekonomi. Jadi tidak dangkal sama sekali, justru sangat mendasar.</p>
<p>Mari kita jujur pada diri sendiri, apakah betul masalah ekonomi itu dangkal? Kalau iya, berapa rumah tangga yang berguguran karena pilar ekonominya runtuh? <a href="http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/01/pesohor-tv-tidak-dangkal-tapi-dasar/#more-20" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://matahati.dagdigdug.com/?p=20&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_20" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matahati.dagdigdug.com/2008/06/01/pesohor-tv-tidak-dangkal-tapi-dasar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pesohor-Pesohor Negeri Kita..</title>
		<link>http://matahati.dagdigdug.com/2008/05/07/pesohor-pesohor-negeri-kita/</link>
		<comments>http://matahati.dagdigdug.com/2008/05/07/pesohor-pesohor-negeri-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 05:48:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matahati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matahati.dagdigdug.com/2008/05/07/pesohor-pesohor-negeri-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang berita tentang Pesohor menduduki peringkat nomer satu  di per-media-an. Coba silakan lihat TV, dari bangun pagi jam 5 sampai mo tutup mata jam 7 malam, setiap jam ada tayangan berita Pesohor atau bahasa gaulnya Gosip selebritis. Hampir di semua stasiun TV ada, mungkin hanya TV yang penuh berita itu yang gak ada tayangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang berita tentang Pesohor menduduki peringkat nomer satu  di per-media-an. Coba silakan lihat TV, dari bangun pagi jam 5 sampai mo tutup mata jam 7 malam, setiap jam ada tayangan berita Pesohor atau bahasa gaulnya Gosip selebritis. Hampir di semua stasiun TV ada, mungkin hanya TV yang penuh berita itu yang gak ada tayangan gosip, kalaupun ada  lebih ngintelek, kemasannya dalam bentuk berita atau running teks. Dan bukan hanya di TV, tapi di berbagai bentuk media termasuk  media maya,  Pesohor laku dijual.</p>
<p>Jadi untuk para Pesohor ini berkah apa musibah? Mungkin berkah, kalo beritanya baik, bisa menaikkan rating jadi lebih terkenal dan disanjung-sanjung para pemuja. Tapi mana ada gosip baik? Ah ya ada to yaa&#8230;cuma yaitu yang laku tetep aja kalo beritanya miring-miring dan nggegirisi. Kata pakar televisi badnews is goodnews. Wee la dalah&#8230;! <a href="http://matahati.dagdigdug.com/2008/05/07/pesohor-pesohor-negeri-kita/#more-13" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://matahati.dagdigdug.com/?p=13&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_13" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matahati.dagdigdug.com/2008/05/07/pesohor-pesohor-negeri-kita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Petuah Tiga</title>
		<link>http://matahati.dagdigdug.com/2008/04/25/petuah-tiga/</link>
		<comments>http://matahati.dagdigdug.com/2008/04/25/petuah-tiga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 04:31:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matahati</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pesohor itu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matahati.dagdigdug.com/2008/04/25/petuah-tiga/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari dalam acara jumpa pers.
Wartawan : Boss, katanya ada ancaman pembunuhan terhadap sampeyan ya? Kira-kira siapa ya Boss?
Pesohor : ya memang ada. Ya saya ndak tau dari siapa.
Wartawan : Boss gimana menanggapinya?
Pesohor : La saya suruh gimana? Wong namanya juga cuma ancaman. Saya nggak perlu menanggapi. Kalo perentah atau tugas ya saya tanggapi.
Wartawan : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari dalam acara jumpa pers.</p>
<p>Wartawan : Boss, katanya ada ancaman pembunuhan terhadap sampeyan ya? Kira-kira siapa ya Boss?</p>
<p>Pesohor : ya memang ada. Ya saya ndak tau dari siapa.</p>
<p>Wartawan : Boss gimana menanggapinya?</p>
<p>Pesohor : La saya suruh gimana? Wong namanya juga cuma ancaman. Saya nggak perlu menanggapi. Kalo perentah atau tugas ya saya tanggapi.</p>
<p>Wartawan : Tidak ada pengamanan tambahan Boss?</p>
<p>Pesohor : Ndak perlu. Buat apa? saya merasa aman kog.</p>
<p>Wartawan : Apa Boss nggak takut terjadi apa-apa?</p>
<p>Pesohor : Loh kenapa saya harus takut?</p>
<p>Wartawan : Mungkin bukan Boss sasarannya, kalo keluarga Boss gimana?</p>
<p> <a href="http://matahati.dagdigdug.com/2008/04/25/petuah-tiga/#more-18" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://matahati.dagdigdug.com/?p=18&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_18" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matahati.dagdigdug.com/2008/04/25/petuah-tiga/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

