Petuah Dua

April 25th, 2008

Hari itu Pesohor ulang tahun. Sederhana saja, dihadiri teman-teman dekat dan keluarga. Kami makan-makan ngobrol dan mendengarkan beberapa petuah dari Sang Pesohor.Dan inilah salah satu petuah di hari ulang tahunnya :

” Saya mengucapkan terimakasih kepada semua hadirin, yang telah datang di ulang tahun saya. Ulang tahun saya hari ini adalah bonus dari Gusti Allah. Sebagai manusia, saya sudah diberi semua oleh Gusti, keluarga saya baik-baik saja, anak-istri semua sehat. Anak-anak saya sudah selesai semua sekolahnya. Saya sudah mendapatkan semuanya. Saya sudah pernah menjadi Pesohor di negeri ini, saya sudah mendapatkan banyak hal di dunia ini, dan masih diberi perpanjangan umur. Tidak ada alasan buat saya untuk tidak bersyukur atas semua berkah yang dilimpahkan kepada saya sekeluarga. Tugas saya sudah selesai. Pekerjaan saya juga sudah selesai, kalau pun ada yang belum selesai, itu kan anggapan sampeyan-sampeyan saja sebagai manusia. Menurut saya semua itu sudah selesai, karena Gusti Allah memberikan kepada saya yang memang segitu. Sekarang saya ni kan tinggal nunggu panggilan. Saya sudah ndak ada pinginan apa-apa. Terimakasih kepada semuanya.

Dan kami pun terharu. Salam ulang tahun itu dituturkan dengan suara pelan, dan penuh kedalaman. Ndak seperti biasanya yang berapi-api. Kesenduan meliputi suasana pesta ulang tahun hari itu. Ada apakah gerangan dengan Pesohor kita? Selalu ada banyak tafsir dari semua yang dibicarakan beliau.

Saya sebagai pembantu, tetep saja nggak nyandak.

Selamat ulang tahun, bagi yang berulang tahun. Bonus Tuhan ada dimana-mana dan buat siapa saja.

Petuah Satu

April 24th, 2008

Sore, duduk bareng Pesohor (maksudnya, Pesohor duduk di kursi bersama teman-teman baiknya, kami para pembantu ngglosor di lantai)

Teman : Mas, kenapa keadaan di kantor dibiarkan begitu? Apa enggak kuatir nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan?

Pesohor : Apa yang mau dikuatirkan? Semua keadaan itu kan sudah ada yang ngatur. Kita ikuti saja. Wong saya sudah tahu semua, dan tugas saya adalah memberi kesempatan buat semua. Kalo yang diberi kesempatan enggak bisa, mosok saya mesti mendorong-dorong, mendesak. Wong sudah pada gede.

Teman : Tapi resikonya mahal, cost - nya besar. Masak dibiarkan.

Pesohor : Saya sudah tahu, dan sudah saya peritungkan.

Teman : Gimana dengan sanak saudara Pesohor di kantor itu? Kan mereka bisa ikut-ikutan hancur? Apa ndak sayang to?

Read the rest of this entry »

Media dan Pesohor

April 21st, 2008

Suka baca koran, atau portal berita atau berita TV? Saya sudah bosan, dan cenderung malas. Bukan karena beritanya yang selalu nggegirisi, bukan! Juga bukan karena isi beritanya yang hampir sama disemua media. Karena, kalo melihat berita atau baca berita berasa kerja, hahaa…Secara dulu salah satu pekerjaan saya memelototi berita-berita di mana pun, kapan pun dan bikin laporan rutin. Sekarang saya lebih asyik nonton gosip, yang katanya tayangan tidak bermutu dan tidak mendidik itu. Tetapi kata temen saya,tayangan gosip sekarang juga termasuk berita yang harus dimonitor,karena banyak tokoh-tokoh politik dan pemerintah menggunakan tayangan itu buat menaikan rating diri, atau menjatuhkan lawan. Waduuh..!!! Bahkan, kata sebuah sumber, tayangan gosip impact-nya lebih nendang daripada berita-berita, press release, dsb. Asyik doong…Tayangan gosip naik pangkat neeh!

Pernah enggak, anda di situasi begini : anda tahu persis sebuah kejadian tentang salah satu Pesohor, dan kejadian itu di muat di media dengan berita sebaliknya. Dan ditayangkan secara sungguh-sungguh seakan benar adanya? Apa rasanya? Jengkel, mangkel, pengin bikin press conference? Hahahaa…Secara kita saksi hidup gitu looh! Read the rest of this entry »

Ini di Madura

April 17th, 2008

Madura selalu identik dengan cerita lucu dan konyol. Banyak penokohan guyonan berasal dari Madura. Tapi untuk kali ini, Madura tidak lucu.

Dalam suatu acara kunjungan ke Madura, saya ikut serta bersama Pesohor dan Ibu Suri. Sempat mikir, gimana naik feri-nya ya? Masak satu feri di blok buat rombongan Pesohor? Ternyata tidak. Kami nyebrang bersama-sama penumpang lainnya, walaupun teteeep kami didahulukan, dan di sisi mobil kami berdiri pengawal-pengawal. Tapi ndak papa lah, dari pada di blok sendirian kapalnya, kan kasihan yang sudah antre, lagian mubazir dong kapalnya.

Sampai di pelabuhan Bangkalan, rombongan penyambut Pesohor sudah thirik-thirik di pinggir pelabuhan. Kami pun meluncur keluar dari kapal. Kami telambat dari jadwal yang sudah ditetapkan, dan saya baru tahu kalau ternyata undangannya jam 1 siang, kami baru nyampe jam 4 sore. Selama perjalanan menuju lokasi kita berpapasan dengan truk-truk mengangkut orang-orang pada sarungan. Tiap ketemu kita, truk yang tadinya berlawanan arah, langsung putar balik, ikut rombongan di belakang Pesohor. Read the rest of this entry »

Di Mall

March 28th, 2008

Suatu hari di sebuah mall…

Sepasang kekasih muda-mudi sedang berjalan di mall, melihat-lihat yang bisa di lihat tanpa membeli. segerombolan orang, anak Pesohor dan beberapa teman serta pengawal tentunya lewat dan berjalan di depan sepasang kekasih. Kekasih cowok yang merasa mengenali anak Pesohor membisikan ke kekasih cewek. “Eh, ada anak nya Pesohor”. Sang cewek tak mendengar : “Siapa?”. Sang cowok membisikan lagi lebih keras, “Anaknya Pesohor”. Si cewek : “siapaaa..?” . Si cowok yang gemas dengan kebudegannya si cewek, menjawab lebih keras lagi “Anaknya Pesohor..!” Si cewek tetep aja congek..”Siapa siih..?” Tiba-tiba anak Pesohor berhenti berjalan, membalikkan badan kearah sepasang kekasih yang sudah tidak romantis lagi dan berbicara dengan suara cukup keras : “Anaknya Pesohor..!!!”

Huahaaaaa……

Dan sepasang kekasih dengan muka pucat pasi berbalik arah. Dasar congeeeek….!

KRL Oh..

March 17th, 2008

Pagi-pagi, sang putri bersiap-siap menuju ke sekolah. Ibu Suri sedang rapat, sang putri menghambur masuk ke ruangan. Sekalian pamit sambil minta uang saku. “Buat transpor ma…mau naek kereta” pinta Sang Putri. Ibu Suri mengulurkan uang Rp 10.000, “Pulang sekolah, langsung pulang jangan mampir-mampir” pesan Ibu Suri. Sang putri sambil senyum-senyum jail berlalu sambil teriak ” Okeee mamaa…”

Rapat pun di teruskan kembali. Ketenangan rapat kembali diusik dengan datangnya sesosok laki-laki, dengan napas terburu-buru dan kepala basah kuyup. Sang pengawal dengan muka ketakutan, bertanya : “Mohon ijin Ibu Suri, Tuan Putri dimana ya?” Tanpa mengalihkan pandangan ke pengawal Ibu Suri menjawab, ” yaa sekolah to yaa..tadi minta uang buat naik kereta” “Sudah berangkat ya?” gumam pengawal dengan muka pucat dan menunduk hormat kepada Ibu Suri pelan-pelan beringsut keluar ruangan. Read the rest of this entry »

Tukang Ojek

March 6th, 2008

Si Ojek lagi nongkrong di perempatan, sendirian. Tiba-tiba ada perempuan cantik menghampiri. Bang..Bang anter ke Istana. Tukang ojek bingung. “Istana Neng? Istana apa?” tanya si Ojek. “Itu istana sebrang Monas. Ayo buruan Bang. Saya ditunggu Pesohor.” Perempuan itu langsung menclok aja dibelakang si Ojek. Dengan wajah masih bingung, motornya dijalankan. “Ngebut Bang.” tukas perempuan itu. Halah, disuruh ngebut neh, si Ojek pun langsung tancap gas. Sampai di depan istana, “ini kemana Neng?” . “Lurus aja Bang, terus.”. “waduuh, gak boleh Neng. Jangankan ojek, mobil pejabat aja gak boleh masuk kesitu Neng. Boleh nya lewat pintu belakang.”

Perempuan itu ngotot ” terus aja Bang, gak papa.” Si Ojek gak mau kalah, ” Gak mau Neng. Itu ada penjaganya, bawa bedil. Saya takut.” Read the rest of this entry »

Hari Jum’at

March 3rd, 2008

Siang itu hari Jum’at. Selesai Rapat di istana, para pembantu pada ngabur ke belakang. Dua pembantu cowok ikut-ikutan nimbrung di belakang mencari ganjalan perut. Tiba-tiba seorang teman nyeletuk : “loh, kalian gak jum’atan?”. Dua teman cowok nyengir aja, sambil njawab ” Tuh, Pesohor juga gak Jum’atan. Lagi makan siang sama Ibu Suri.” Moso to? Para pembantu pun melongok ke ruang makan. “Loh..iya..ya..”

Dan kita pun meneruskan makan di dapur belakang. Tiba-tiba seorang pejabat istana yang perempuan masuk. “Kalian kog gak Jumatan. Cepetan tuh, Pesohor sudah kotbah.”

Serius…? Read the rest of this entry »

Sebenarnya….

February 27th, 2008

Mulai deh ditanya-tanya.

Ini bikin saya takut nulis-nulis di blog. Kalau nulis pengalaman sesungguhnya, takut ada salah- salah tulis yang mengakibatkan masuk pasal pecemaran nama baik, atau jadi keributan blog seperti yang lagi rame itu. Huu..serem. Atau, kalau mau ngarang, ada yang gak percaya “masa seh ngarang. Beneran ya? Kerja ma siapa seh? Perdana Menterinya siapa siiih?” . Walah!

Trus gimana doong..?

Saya tau ini blog pribadi yang menjadi ranah publik. Dan saya harus hati-hati, supaya tidak ada hati yang terciderai. Masalah ini ngarang apa pengalaman pribadi, saya serahkan ke Majelis blogger saja.

Kadang ngarang, kadang bener tapi ditambah-tambahi. Jadinya tetep ngarang dong..?

Jangan jadi perkara, ini ngarang  atau bukan. Saya berharap “tulisan belajar -saya” bisa menghibur, syukur-syukur ada manfaatnya.

Salam

Salah Makan apa Salah Kostum

February 26th, 2008

Sore hari,lagi ngantuk-ngantuknya tiba-tiba diumumkan para pembantu akan diajak makan malam keluarga di Istana Rusa. Waah…seneng campur bingung. Lah kostumnya gak sesuai dong. Mana gak bawa baju ganti lagi. Katanya gak boleh pulang ganti baju, nanti ketinggalan rombongan Pesohor. Cuma makan malam keluarga aja, gak ada yang lain-lain jadi kostum pembantu juga ndak papa, begitu kata panitianya. Ya sudah.

Selesai maghrib, rombongan bersiap-siap menuju Istana Rusa. Waah senengnya, akhirnya bisa juga masuk ke Istana Rusa. Rombongan terdiri dari berbagai mobil dan pengawalan. Saya duduk manis di rombongan pembantu dan perangkat Pesohor. Lewat jalan Sudirman, pas jam macet-macetnya. Dan rombongan kita tambah bikin macet. Karena satu lajur dikosongkan untuk lewat Pesohor. Lihat disamping, barisan mobil macet dan menunggu pesohor lewat berderet-deret panjang. Ahh..jadi gak enak, bikin tambah macet. Perjalanan ke Istana Rusa kurang dari setengah jam.

Sampai di depan gerbang istana, malam sudah tiba, para prajurit berbaris memberi hormat dengan seragam merah putihnya. Kayak di istana luar negeri deh. Lampu-lampu istana bersinar megah, rusa-rusa berbaris di sepanjang jalan masuk. Masak rusa juga diatur seh buat nyambut pesohor. Ah, gak tau lah. Wuaah….indaaaaaaaaah banget. Read the rest of this entry »