Ini di Madura

Pesohor itu April 17th, 2008

Madura selalu identik dengan cerita lucu dan konyol. Banyak penokohan guyonan berasal dari Madura. Tapi untuk kali ini, Madura tidak lucu.

Dalam suatu acara kunjungan ke Madura, saya ikut serta bersama Pesohor dan Ibu Suri. Sempat mikir, gimana naik feri-nya ya? Masak satu feri di blok buat rombongan Pesohor? Ternyata tidak. Kami nyebrang bersama-sama penumpang lainnya, walaupun teteeep kami didahulukan, dan di sisi mobil kami berdiri pengawal-pengawal. Tapi ndak papa lah, dari pada di blok sendirian kapalnya, kan kasihan yang sudah antre, lagian mubazir dong kapalnya.

Sampai di pelabuhan Bangkalan, rombongan penyambut Pesohor sudah thirik-thirik di pinggir pelabuhan. Kami pun meluncur keluar dari kapal. Kami telambat dari jadwal yang sudah ditetapkan, dan saya baru tahu kalau ternyata undangannya jam 1 siang, kami baru nyampe jam 4 sore. Selama perjalanan menuju lokasi kita berpapasan dengan truk-truk mengangkut orang-orang pada sarungan. Tiap ketemu kita, truk yang tadinya berlawanan arah, langsung putar balik, ikut rombongan di belakang Pesohor. Read the rest of this entry »

Di Mall

Putri pesohor March 28th, 2008

Suatu hari di sebuah mall…

Sepasang kekasih muda-mudi sedang berjalan di mall, melihat-lihat yang bisa di lihat tanpa membeli. segerombolan orang, anak Pesohor dan beberapa teman serta pengawal tentunya lewat dan berjalan di depan sepasang kekasih. Kekasih cowok yang merasa mengenali anak Pesohor membisikan ke kekasih cewek. “Eh, ada anak nya Pesohor”. Sang cewek tak mendengar : “Siapa?”. Sang cowok membisikan lagi lebih keras, “Anaknya Pesohor”. Si cewek : “siapaaa..?” . Si cowok yang gemas dengan kebudegannya si cewek, menjawab lebih keras lagi “Anaknya Pesohor..!” Si cewek tetep aja congek..”Siapa siih..?” Tiba-tiba anak Pesohor berhenti berjalan, membalikkan badan kearah sepasang kekasih yang sudah tidak romantis lagi dan berbicara dengan suara cukup keras : “Anaknya Pesohor..!!!”

Huahaaaaa……

Dan sepasang kekasih dengan muka pucat pasi berbalik arah. Dasar congeeeek….!

KRL Oh..

Putri pesohor March 17th, 2008

Pagi-pagi, sang putri bersiap-siap menuju ke sekolah. Ibu Suri sedang rapat, sang putri menghambur masuk ke ruangan. Sekalian pamit sambil minta uang saku. “Buat transpor ma…mau naek kereta” pinta Sang Putri. Ibu Suri mengulurkan uang Rp 10.000, “Pulang sekolah, langsung pulang jangan mampir-mampir” pesan Ibu Suri. Sang putri sambil senyum-senyum jail berlalu sambil teriak ” Okeee mamaa…”

Rapat pun di teruskan kembali. Ketenangan rapat kembali diusik dengan datangnya sesosok laki-laki, dengan napas terburu-buru dan kepala basah kuyup. Sang pengawal dengan muka ketakutan, bertanya : “Mohon ijin Ibu Suri, Tuan Putri dimana ya?” Tanpa mengalihkan pandangan ke pengawal Ibu Suri menjawab, ” yaa sekolah to yaa..tadi minta uang buat naik kereta” “Sudah berangkat ya?” gumam pengawal dengan muka pucat dan menunduk hormat kepada Ibu Suri pelan-pelan beringsut keluar ruangan. Read the rest of this entry »

Tukang Ojek

Putri pesohor March 6th, 2008

Si Ojek lagi nongkrong di perempatan, sendirian. Tiba-tiba ada perempuan cantik menghampiri. Bang..Bang anter ke Istana. Tukang ojek bingung. “Istana Neng? Istana apa?” tanya si Ojek. “Itu istana sebrang Monas. Ayo buruan Bang. Saya ditunggu Pesohor.” Perempuan itu langsung menclok aja dibelakang si Ojek. Dengan wajah masih bingung, motornya dijalankan. “Ngebut Bang.” tukas perempuan itu. Halah, disuruh ngebut neh, si Ojek pun langsung tancap gas. Sampai di depan istana, “ini kemana Neng?” . “Lurus aja Bang, terus.”. “waduuh, gak boleh Neng. Jangankan ojek, mobil pejabat aja gak boleh masuk kesitu Neng. Boleh nya lewat pintu belakang.”

Perempuan itu ngotot ” terus aja Bang, gak papa.” Si Ojek gak mau kalah, ” Gak mau Neng. Itu ada penjaganya, bawa bedil. Saya takut.” Read the rest of this entry »

Hari Jum’at

Pesohor itu March 3rd, 2008

Siang itu hari Jum’at. Selesai Rapat di istana, para pembantu pada ngabur ke belakang. Dua pembantu cowok ikut-ikutan nimbrung di belakang mencari ganjalan perut. Tiba-tiba seorang teman nyeletuk : “loh, kalian gak jum’atan?”. Dua teman cowok nyengir aja, sambil njawab ” Tuh, Pesohor juga gak Jum’atan. Lagi makan siang sama Ibu Suri.” Moso to? Para pembantu pun melongok ke ruang makan. “Loh..iya..ya..”

Dan kita pun meneruskan makan di dapur belakang. Tiba-tiba seorang pejabat istana yang perempuan masuk. “Kalian kog gak Jumatan. Cepetan tuh, Pesohor sudah kotbah.”

Serius…? Read the rest of this entry »

Sebenarnya….

umum February 27th, 2008

Mulai deh ditanya-tanya.

Ini bikin saya takut nulis-nulis di blog. Kalau nulis pengalaman sesungguhnya, takut ada salah- salah tulis yang mengakibatkan masuk pasal pecemaran nama baik, atau jadi keributan blog seperti yang lagi rame itu. Huu..serem. Atau, kalau mau ngarang, ada yang gak percaya “masa seh ngarang. Beneran ya? Kerja ma siapa seh? Perdana Menterinya siapa siiih?” . Walah!

Trus gimana doong..?

Saya tau ini blog pribadi yang menjadi ranah publik. Dan saya harus hati-hati, supaya tidak ada hati yang terciderai. Masalah ini ngarang apa pengalaman pribadi, saya serahkan ke Majelis blogger saja.

Kadang ngarang, kadang bener tapi ditambah-tambahi. Jadinya tetep ngarang dong..?

Jangan jadi perkara, ini ngarang  atau bukan. Saya berharap “tulisan belajar -saya” bisa menghibur, syukur-syukur ada manfaatnya.

Salam

Salah Makan apa Salah Kostum

umum February 26th, 2008

Sore hari,lagi ngantuk-ngantuknya tiba-tiba diumumkan para pembantu akan diajak makan malam keluarga di Istana Rusa. Waah…seneng campur bingung. Lah kostumnya gak sesuai dong. Mana gak bawa baju ganti lagi. Katanya gak boleh pulang ganti baju, nanti ketinggalan rombongan Pesohor. Cuma makan malam keluarga aja, gak ada yang lain-lain jadi kostum pembantu juga ndak papa, begitu kata panitianya. Ya sudah.

Selesai maghrib, rombongan bersiap-siap menuju Istana Rusa. Waah senengnya, akhirnya bisa juga masuk ke Istana Rusa. Rombongan terdiri dari berbagai mobil dan pengawalan. Saya duduk manis di rombongan pembantu dan perangkat Pesohor. Lewat jalan Sudirman, pas jam macet-macetnya. Dan rombongan kita tambah bikin macet. Karena satu lajur dikosongkan untuk lewat Pesohor. Lihat disamping, barisan mobil macet dan menunggu pesohor lewat berderet-deret panjang. Ahh..jadi gak enak, bikin tambah macet. Perjalanan ke Istana Rusa kurang dari setengah jam.

Sampai di depan gerbang istana, malam sudah tiba, para prajurit berbaris memberi hormat dengan seragam merah putihnya. Kayak di istana luar negeri deh. Lampu-lampu istana bersinar megah, rusa-rusa berbaris di sepanjang jalan masuk. Masak rusa juga diatur seh buat nyambut pesohor. Ah, gak tau lah. Wuaah….indaaaaaaaaah banget. Read the rest of this entry »

Sapi Sang Pesohor…

Pesohor itu February 16th, 2008

Pada saat rapat di rumah Sang Pesohor, kita semua diajak makan malam bersama Ibu Suri, menemani beliau buka puasa. Ibu Suri rajin sekali puasa daud, dan puasa senin kamis. Jarang sekali lihat Ibu Suri tidak puasa. Kami makan satu meja, para pembantu, sahabat ibu suri dan putri ibu suri duduk mengelilingi meja.

Di tengah makan, Sang Pesohor datang dari bepergian keluar kota. Sang pesohor pun bergabung makan dengan kami. Kemudian putrinya mengajak bercanda Bapaknya. “Pak, aku punya lelucon baru. Mau dengerin gak?” kata putrinya. Sang pesohor mengangguk, mendengarkan sambil makan. Mereka biasa makan sambil bercerita layaknya keluarga biasa. Karena jarang ketemu, disamping orang tuanya yang sibuk, anak-anaknya pun enggak kalah sibuk, makan semeja merupakan peristiwa yang langka. Dan mereka biasa bertukar cerita di meja makan.

“Gini ni Pak..” Mulailah si putri bercerita. Tokoh yang diceritakan adalah Bapaknya sendiri. Read the rest of this entry »

Tidur Bersama Pesohor (Hush…!)

Perjalanan February 14th, 2008

Hush!

Jangan ngeres dulu. Kejadian ini sudah lama sekali. Puasa tahun 2002 atau 2003. Wah lupa. Saya dapat tugas melayani Ibu Suri -Istri Sang Pesohor- melakukan perjalanan ke Surabaya memjumpai penggemar. Sebelum acara jumpa penggemar yang dilakukan dini hari, sorenya kami ada acara buka bersama. Ternyata pas acara buka bersama Sang Pesohor bersama putrinya nyusul ke Surabaya (Ket : sangat biasa tidak ada koordinasi antar keluarga, tau-tau nongol). Buka bersamanya dilakukan di Hotel Sangrilla bersama pesohor-pesohor kecil di Surabaya atau yang sok sohor.

Acara berakhir pada pukul 9 malam. Saatnya saya mengantar Ibu Suri ke kamar. Yang sudah tentu kamarnya Sang Pesohor juga. Setelah selesai beres-beres, Ibu Suri beranjat istirahat. Dan Sang Pesohor pun menyusul ke kamar. Seharusnya Putri Bungsu pesohor menemani di kamar, tetapi mendadak si Putri dijemput teman-temannya dan mereka pun pergi sampai kapan ndak tau. Ajudan Sang Pesohor - pria- merasa sungkan kalau mau masuk-masuk kamar bantuin Sang Pesohor karena ada Ibu Suri. Jadi, terpaksalah saya yang masuk-masuk kamar. Sampai kemudian Ibu Suri mendaulat, “wis kene, kowe turu kene. Bareng aku mbek Bapak.” Duaaarrrr…!!!! Read the rest of this entry »

Naik Pesawat

Perjalanan February 12th, 2008

Liburan imlek, mendadak dapat order kerjaan keluar kota. Pagi-pagi ke bandara, karena take off pesawat jam 8 pagi. Pesawat take off tepat waktu, dan perjalanan di udara lancar. Aku ketiduran, dan bangun ketika ada pengumuman persiapan pendaratan. Aku pun siap-siap. Tapi tunggu punya tunggu, pesawat tidak jadi mendarat di Semarang dan kembali ke Cengkareng, karena cuaca buruk. Duh, Gusti, sepanjang perjalanan balik ke Cengkareng hati ini gak karuan. Aku ketakutan, perjalanan 40 menit terasa sangat menyiksa, terasa berjam-jam lamanya. Rasa was-was dan pikiran aneh-aneh bergelimpangan di kepala. Susah sekali menenangkan diri. Aku takut terbang.

Aku jadi ingat, ketika masih jadi pembantu Sang Pesohor. Naik pesawat sudah seperti menu harian. Hampir tiap hari, aku mengikuti Sang Pesohor keliling daerah. Banyak penerbangan sudah kami lakukan, tidak pernah ada satu kali pun kejadian yang tidakmengenakkan. Mungkin benar kata orang, Sang Pesohor banyak malaikat pelindungnya. Paling banter masalah penerbangan adalah delay, itu pun tidak pernah lama. Kadang delay menjadi hal yang menyenangkan, karena aku bisa punya waktu istirahat di bandara. Di bandara tertentu kami sering dijamu dengan makanan khas daerah tersebut yang dijamin eunaak. Aku pun tidak penah punya kekuatiran atau takut untuk terbang. Semua aku jalani seperti berangkat ke kantor setiap hari. Bandara menjadi rumah kedua. Read the rest of this entry »